Tuesday, November 20, 2012

 "Bush: Hamas attacks on Israel an 'act of terror'"
"Bush offered no criticism of Israel, depicting the country's air assaults as a response to the attacks on its people. (issued on yahoo top story. today, 3rd of January 2009)"
 
World, Wake Up!
 
What other words Bush could say to comment
the crucial sadness moments in Palestine..
My heart is trembling. .
The tears, no more sliding down my cheeks
I move, I do something by this humble words;
"World, open your heart please…
What justice is?
You really know about it, world..
World, wake up!"
......
Salam,
Rose - Yukuhashi
Mata terbelalak melihat aksi si Israel Keparat!
Telinga menjadi panas mendengar peluru arogansi itu berdesing.
Nafas tertahan sesaat menelaah berita Bumi Palestina yang bersimbah darah syuhada
Seolah gemuruh suara terdengar dari sana," Jika Allah menitipkanku seribu nyawa, dan kuhembuskan nafas terakhirku satu persatu, takkan kulayangkan ia kecuali untuk syahid fisabiliLlah"

Walau kumengerti alasan saudaraku Mujahidin Palestina mempersembahkan nyawa
Meskipun aku tahu bau surga tercium di ranah Jihad Fii sabiliLlah
Aku pun yakin janji Allah selalu benar adanya

Tapi tetap hati ini tak rela jika pemuda-pemuda gagah kami itu hanya  bertelanjang dada
berbekal batu dan senapan usang di bahu
hati tersayat menyaksikan para umm tergopoh-gopoh mencari bayi mereka yang lapar tak pulang
diriku tak sudi para pemimpin di dunia hanya memberi salam keprihatinan saja.

Mana keadilan itu? Mana pembelaan itu?
.... Mana harga diri itu?

Ayooo maju!! Lawan si Israel keparat yang bengis itu! Cegah aksi menjijikan itu!
Walau secuil infaq dan seuntai doa, masihkah berat untuk bisa mencium bau surga?

Haitsu Apato, 3 Muharam 1430



Gaza, tak kan hangus oleh nafsumu hai Israel yang haus darah!

Gaza, tak kan pernah mati oleh kelicikanmu wahai laknatullah!
Bumi Palestina takkan surut menyeru!, mengguncang! memporak porandakanmu!
Bumi Islam tak kan habis mengikis semangat menggempurmu!

karna mereka adalah pilihan
sebab mereka adalah seruan...
Biarpun kemaren kau bangga bisa membunuh 230 mujahid
dan melukai 750 lainnya..
Tak kan ada artinya..
bagi mereka adalah surga
tetapi bagimu mati adalah akumulasi ketakutan.
Kebanggaan picisan yang kau propagandakan pada dunia!

Sekali lagi Gaza,
Sekali lagi Palestina!
Sekali lagi kukatakan 'telah jelas yang haq dan yang bathil'

Kayla Sajida, 28 desember 2008Sekali Lagi, Gaza



Tak ragu kau bantai saudara kami
kau bunuh anak cucu kami
kemana hati mu para yahudi

jelaskan salah saudara kami
atas alasan apa kau cabik jantung mereka
tak ingatkah dirimu akan pepatah
mati satu tumbuh seratus ribu

berguncang jantung ku
mendengar negara saudaraku di bom
di hujani roket - roket tak berperasaan
peluru menjadi hal yang lumrah

dasar biadab
tak pelak azab akan datang mencarimu
menghabisi negara tak beragama
anak cucumu akan mendapatkan balasan
atas perbuatan mu yahudi

SAVE PALESTINE

Monday, November 12, 2012

bumi pertiwi
masih kah kau bernafas di pagi ini
deru mesin kembali terdengar
seolah mentertawai diri mu yang sudah renta
para bandit mencuri alam mu
dan para penguasa menikmati hasilnya
sedangkan rakyat mu,terkulai lemah tak berdaya
melihat pohon ditebang
sawah berubah menjadi mini market
ladang hijau menjadi villa tak berpenghuni
alam mu di pelintir seperti kain lusuh
mereka tak peduli seberapa lama lagi
engkau menahan beban perih ini

sampai kapan ironi ini akan terjadi
tirani ada dimana-mana
kejahatan menjadi hal yang biasa

kini kami hanya bisa memandang mu dan
semoga engkau memaafkan mereka.

Terlalu hebat mengakui bumi kita maju
tawuran,judi,perampokan kemiskinan
apa masih pantas dibilang maju
semua terlena dengan kilau emas
menebang pohon,tapi tidak kembali menanamnya
membiarkan alam kita dihabisi
tak peduli dengan anak cucu kita
lihat para bule-bule itu
memeras pertiwi kita,dan tak peduli dengan warga sekitar

freeport
salah satu contoh

turunlah kebawah penguasa
indah kah kilau itu
sehingga engkau lupa akan rakyat mu
terlalu kotor kah kami untuk kau temui
sawah,ladang,hutan kami dihabisi
dan kau diam saja,seolah membiarkan kami jadi budak mereka


apa kami harus  mengangkat belati
dan menusuk leher mu...