Ironi di negeri tirani
bumi pertiwi
masih kah kau bernafas di pagi ini
deru mesin kembali terdengar
seolah mentertawai diri mu yang sudah renta
para bandit mencuri alam mu
dan para penguasa menikmati hasilnya
sedangkan rakyat mu,terkulai lemah tak berdaya
melihat pohon ditebang
sawah berubah menjadi mini market
ladang hijau menjadi villa tak berpenghuni
alam mu di pelintir seperti kain lusuh
mereka tak peduli seberapa lama lagi
engkau menahan beban perih ini
sampai kapan ironi ini akan terjadi
tirani ada dimana-mana
kejahatan menjadi hal yang biasa
kini kami hanya bisa memandang mu dan
semoga engkau memaafkan mereka.
masih kah kau bernafas di pagi ini
deru mesin kembali terdengar
seolah mentertawai diri mu yang sudah renta
para bandit mencuri alam mu
dan para penguasa menikmati hasilnya
sedangkan rakyat mu,terkulai lemah tak berdaya
melihat pohon ditebang
sawah berubah menjadi mini market
ladang hijau menjadi villa tak berpenghuni
alam mu di pelintir seperti kain lusuh
mereka tak peduli seberapa lama lagi
engkau menahan beban perih ini
sampai kapan ironi ini akan terjadi
tirani ada dimana-mana
kejahatan menjadi hal yang biasa
kini kami hanya bisa memandang mu dan
semoga engkau memaafkan mereka.
0 comments:
Post a Comment